Identitas Manusia Indonesia
Gambar 1. Kegiatan observasi PPL I di SMAN 11 Makassar (sumber: penulis)
1. Mahasiswa mengobservasi secara kritis tanda dan simbol yang ada di ekosistem sekolah dan proses pembelajaran tentang penghargaan dan penghayatan terhadap kebhinekatunggalikaan
Tanda
dan simbol yang ada di sekolah memiliki makna tersendiri dan tidak dipasang
secara begitu saja. Tanda dan simbol yang ada di ekosistem sekolah dan proses
pembelajaran tentang penghargaan dan penghayatan terhadap kebhinekatunggalikaan
di antaranya sebagai berikut.
a. Simbol
Lingkungan Fisik dan Arsitektur
Simbol
lingkungan fisik dan arsitektur pada lingkungan sekolah merupakan kesatuan
ruang dalam lembaga pendidikan formal yang memberikan dampak pengaruh terhadap
pembentukan sikap dan pengembangan. Contoh dari simbol lingkungan fisik dan
arsitektur tentang penghargaan dan penghayatan terhadap kebhinekatunggalikaan
di SMA Negeri 11 Makassar dapat dilihat dari bangunan Masjid sebagai tanda dan simbol rumah ibadah umat muslim yang
mayoritas menjadi agama yang dianut oleh peserta didik dan masyarakat sekolah.
Tetapi tetap menjunjung tinggi persaudaraan antar agama karena bukan hanya
agama Islam saja yang ada di sekolah tetapi juga agama lain. Hal ini dapat
dilihat pada kegiatan literasi pada hari Jum’at saat pelaksanaan literasi
Al-Qur’an. Peserta didik agama lain juga difasilitasi untuk mengkaji kitab suci
mereka masing-masing didampingi dengan guru yang memiliki agama yang sama serta
difasilitasi oleh perpustakaan sekolah dengan ketersediaan masing-masing kitab
suci agama yang dianut oleh masyarakat sekolah.
Lingkungan
fisik sekolah yang juga menggambarkan keberagaman yang ada di sekolah yaitu
fasilitas Sekretariat yang diberikan kepada masing-masing ekstrakurikuler yang
ada di SMA Negeri 11 Makassar sebagai tanda bahwa sekolah secara adil
memberikan fasilitas yang sama terhadap bakat dan minat yang dimiliki oleh
siswa untuk dikembangkan melalui kegiatan ekstrakurikuler.
b. Simbol
Nama Sekolah sebagai Isyarat dan Tanda
Simbol
nama sekolah bukan hanya sebagai nama saja tetapi dibalik penamaan sekolah
termasuk visi misi sekolah memiliki tanda dan makna tersendiri. Nama sekolah
SMA Negeri 11 Makassar menjadi identitas utama bagi sekolah dan memberikan
penegasan sebagai salah satu tingkat satuan pendidikan formal yang ada di Kota
Makassar. Visi sekolah yaitu “Menghasilkan lulusan berkualitas dan berwawasan
Imtaq serta memiliki daya saing di bidang akademik dan non akademik”. Dari visi
sekolah tersebut menandakan bahwa sekolah menampung keberagaman potensi yang
dimiliki oleh siswa baik secara akademik maupun non akademik.
c. Simbol
dan Tanda yang Tersebar di Ruangan Kelas dan Lingkungan Sekolah
Sekolah
memiliki simbol dan tanda yang tersebar di seluruh wilayah sekolah, ruang
kelas, lorong, dan tempat berkumpul. Adapun simbol dan tanda yang biasanya
dijumpai di lingkungan sekolah adalah sebagai berikut.
1) Bendera
Merah Putih
Bendera
sebagai simbol negara merupakan atribut yang wajib dimiliki oleh Sekolah.
Bendera merah putih lebih dari sekedar benda biasa karena butuh perjuangan yang
lama untuk dapat mengibarkan bendera merah putih sebagai tanda kemerdekaan
bangsa Indonesia dan betul-betul dapat dimaknai dan tercermin dari tingkah laku
masyarakat sekolah.
2) Poster
Motivasi
Poster
motivasi biasanya digantung di koridor sekolah dan berisi kutipan kata-kata
nasehat dan motivasi dari tokoh-tokoh terkenal yang memiliki latar belakang
yang berbeda-beda. Poster motivasi ini bukan hanya sebagai pajangan tetapi
harus dapat menjadi semangat bagi orang-orang yang melihat poster tersebut.
3) Logo
Sekolah
Logo
sekolah merupakan simbol yang menunjukkan identitas sekolah dan menjadi pembeda
antar satu sekolah dengan sekolah yang lainnya. Logo sekolah di setiap kata dan
gambarnya memiliki makna tersendiri yang harus dipahami oleh masyarakat
sekolah.
Sementara
simbol dan tanda yang sering dijumpai di dalam ruangan kelas ataupun ruang
sekolah lainnya adalah sebagai berikut.
1) Garuda
Pancasila
Burung
Garuda dan lambang Pancasila sebagai lambang negara digambarkan dengan warna
kuning emas. Arti warna ini yakni melambangkan keagungan dan senantiasa menjunjung tinggi martabat
yang bersifat agung dan luhur. Garuda Pancasila merupakan simbol yang harus
dihayati dengan baik oleh masyarakat sekolah sebagai bentuk jati diri bangsa
Indonesia yang lahir dari warisan yang begitu berharga. Terdapat kata-kata yang
menjadi semboyan bangsa Indonesia pada simbol Burung Garuda Pancasila yaitu
“Bhinneka Tunggal Ika” yang memiliki arti “Berbeda-beda tetapi tetap satu
juga”. Semboyan Bangsa Indonesia tersebut senantiasa menjadi pengingat bagi
masyarakat sekolah untuk menghargai setiap perbedaan yang ada.
2) Foto
Presiden dan Wakil Presiden
Presiden
sebagai kepala negara bangsa Indonesia menjadi sosok pemimpin bangsa. Foto
Presiden dan Wakil Presiden sebagai penggunaan lambang negara di dalam gedung
atau kantor adalah untuk menunjukkan kewibawaan negara.
3) Piala
dan Plakat/Sertifikat Prestasi
Piala
dan plakat/sertifikat prestasi merupakan sebuah pencapaian siswa yang biasa
dijadikan pajangan di ruangan kelas atau di kantor ruang guru. Hal tersebut
menjadi simbol dan menandakan pencapaian yang telah diraih baik secara individu
maupun kelompok.
2. Mahasiswa menuliskan secara kritis
bagaimana penghayatan nilai-nilai Pancasila yang ada di sekolah menguatkan
identitas manusia Indonesia
Penghayatan
nilai-nilai Pancasila merupakan hal yang harus dilakukan oleh segenap
masyarakat Indonesia tidak terkecuali di lingkungan sekolah. Nilai-nilai
Pancasila merupakan inti sari dari norma dan nilai yang berkembang di wilayah
Nusantara. Oleh sebab itu penghayatan nilai-nilai Pancasila yang ada di sekolah
dapat menguatkan identitas manusia Indonesia yang dapat dilihat dari nilai
Pancasila, religiusitas, dan keragaman budaya. Penghayatan nilai-nilai
Pancasila yang ada di sekolah dapat diwujudkan dengan pengembangan Profil
Pelajar Indonesia. Selain itu juga dapat dilakukan dengan memahami dan
melakukan aktivitas yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila yaitu sebagai
berikut.
1. Penerapan
Sila Ketuhanan Yang Maha Esa:
a) Berdoa
sebelum dan sesudah belajar di kelas.
b) Menjalankan
kewajiban agama masing-masing di sekolah.
c) Menghormati
dan menghargai teman yang berbeda agama dengan kita.
d) Tidak
mengganggu teman dari agama lain saat beribadah.
e) Tidak
memilih-milih teman karena agama yang berbeda
2. Penerapan
Sila Kemanusiaan yang Adil dan Beradab, yakni:
a) Saling
rukun dengan sesama teman dan warga sekolah
b) Menghargai
semua teman sebagai individu yang memiliki hak asasi manusia.
c) Menghormati
bapak ibu guru yang mengajar di sekolah.
d) Menghormati
karyawan dan semua warga sekolah.
e) Mendengarkan
nasihat guru
3. Penerapan
Sila Persatuan Indonesia:
a) Mengikuti
upacara bendera dengan khidmat
b) Bangga
dan berani tampil sebagai pelaksana upacara bendera.
c) Tidak
membeda-bedakan teman dari manapun asalnya.
d) Menghargai
setiap budaya dan ciri khas dari masing-masing daerah.
e) Tidak
bersikap rasisme.
4. Penerapan
Sila Kerakyatan yang dipimpin oleh Hikmat Kebijaksanaan dalam Permusyawaratan/Perwakilan,
adalah:
a) Mau
mendengarkan pendapat guru, teman kelas, atau kelompok belajar.
b) Menerima
kritikan dari teman-teman kelompok.
c) Tidak
menyela teman yang sedang berbicara tentang pendapatnya.
d) Menghargai
hasil musyawarah kelas atau kelompok.
e) Mendahulukan kepentingan kelompok belajar dibanding kepentingan diri sendiri.
5. Penerapan
Sila Keadilan Sosial bagi Seluruh Rakyat Indonesia
a) Tidak
membeda-bedakan teman.
b) Menciptakan
suasana kekeluargaan di kelas.
c) Bekerja
sama untuk menciptakan suasana kelas yang nyaman dan kondusif.
d) Bersikap adil dengan semua teman di sekolah.
e) Menghormati hak masing-masing teman di kelas.
Catatan: Topik 3 Aksi Nyata Mata Kuliah Filosofi Pendidikan Indonesia

🫶 Semngt kedepannya
BalasHapusSiap
Hapus